Thursday, December 22, 2011

Wu Zetian, Wanita Misterius di Zaman Dinasti Tang



            Wu Zetian adalah salah satu pemimpin besar cina yang misterius, karena kebaikan dan keburukan, perbuatan dan kelakuan buruk wanita ini tak henti-hentinya diperdebatkan hingga 1300 tahun lamanya. Ia sangat tega dan berani dalam mengambil keputusan dalam memperoleh ambisinya. Mulai dari membunuh putra sendiri untuk menyingkirkan orang yang menghalanginya hingga menghukum mati ratusan orang yang hanya salah ucap didepannya. Semua perbuatannya telah membawa perubahan besar pada kerajaan tersebut karena sifat bijak, hingga banyak yang menyebutkan sifat baik atau  buruknya saja. Oleh karena itu, ia adalah seseorang yang misterius.

 

            Dalam buku setebal 129 halaman ini, diulas dengan lugas dan tajam serta diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Untuk lebih mempromosikan karya tentang sejarah dan fiosofis Cina, dihadirkan buku yang berisi ilustrasi grafis yang berisi perjalanan hidup seorang Pemimpin Wanita pada Zaman Dinasti Tang. Buku ini  mirip seperti komik, namun isinya sebagian besar berupa perjalanan atau kejadian-kejadian penting yang menggambarkan kehebatan, kebaikan maupun kekejaman dari seorang Wu Zetian. Namun alur yang cukup jelas dengan kata-kata lugas membuat kitabisa lebih mudah memahami sekaligus merasakan indahnya cerita nyata yang pernah terjadi dan benar-benar mempermainkan emosi kita.
            Ilustrator yang memiliki jasa besar dalam pembuatan buku ini adalah Tian Hengyu. Ia berhasil membuat pembaca menikmati dan mengikuti jalan cerita lewat ilustrasi-ilustrasinya yang begitu hidup. Meski hanya berupa gambar hitam putih namun gambar tersebut memberi keunikan dalam memahami suatu cerita daripada memahami sesuatu dari coretan penuh tulisan.
Buku ini cukup ringan, dilihat dari isi penyampaiannya dan format ilustratis yang membuat kita tak terasa  telah  membaca hingga habis.  Cover buku ini sangat menarik dengan karikatur berwarna dari sosok Wu Zetian yang menggambarkan kehebatannya. Buku ini masih tetap menarik meski dicetak sekitar empatbelas tahun yang lalu.

No comments:

Post a Comment