Masih ingat
tentang permainan kita semasa kecil? Itu lhooo yang membuat suatu pola
petak-petak dan melompat menggunakan satu kaki? Permainan ini begitu populer di
berbagai daerah di Indonesia. Hampir semua wilayah mengenal permainan ini namun
dengan sebutan yang beragam. Orang Jawa Timur menyebutnya engklek, banyak juga
sebutan lainnya seperti sundamanda, teklek, ingkling, engkle, jlong jling,
lempeng dan dampu. Nah, sudah ingat kan?
Permainan ini
sangat sederhana dan mengasyikkan. Meski sederhana, namun banyak sekali
kenangan yang akan terus terbawa dari kesederhanaan tersebut. Beda dengan
anak-anak zaman sekarang yang lebih akrab bermain playstation, computer,
menonton tv dan ipad. Sayang juga kan kalau tidak ada yang melestarikan budaya
kita yang telah ada sejak berpuluh-puluh atau baha=kan ratusan tahun yang lalu.
Sekedar
melayangkan memori ke masa lalu, permainan ini biasanya dimainkan oleh dua
sampai lima orang anak. Umumnya sih perempuan, karena biasanya anak laki-laki
lebih suka permainan yang lebih menantang, hehe. Arena permainan engkle
menyerupai petak-petak yang sering dikenal dengan sebutan sawah atau rumah.
Secara umum, kita memainkannya diatas tanah atau semen agar lebih mudah
menggambar petaknya.
Yang tak kalah
pentingnya, setiap pemain harus memiliki gacuk, benda pipih kecil yang terbuat
dari pecahan genting atau tegel agar lebih mudah ketika dilemparkan ke dalam
petak. Seru sekali, permainan ini mengasah keseimbangan dan ketangkasan tubuh,
serta dapat melatih motoric kita untuk melemparkan gacuk ke sasaran yang tepat.
Ternyata, tak
hanya di Indonesia loh yang mengenal permainan semacam ini.Di Britania Raya
juga ada hopstoch yang cara
bermainnya relative sama dengan engkle kita. Kabarnya, permainan itu telah ada
sejak zaman Kekaisaran Romawi. Wihhh lama buanget ya (Mbak sri mode : ON).
Jangan sampai
deh, kita tidak mewariskan serunya engkle kepada anak cucu kita kelak, karena
banyak sekali menfaat yang diambil daripada berlama-lama di depan gadget yang
membawa radiasi. AYoooo lestariak permainan tradisional kita!!
No comments:
Post a Comment