Thursday, December 22, 2011

Teklek, Masa Kecil yang kan Terus Terkenang


Masih ingat tentang permainan kita semasa kecil? Itu lhooo yang membuat suatu pola petak-petak dan melompat menggunakan satu kaki? Permainan ini begitu populer di berbagai daerah di Indonesia. Hampir semua wilayah mengenal permainan ini namun dengan sebutan yang beragam. Orang Jawa Timur menyebutnya engklek, banyak juga sebutan lainnya seperti sundamanda, teklek, ingkling, engkle, jlong jling, lempeng dan dampu. Nah, sudah ingat kan?


Permainan ini sangat sederhana dan mengasyikkan. Meski sederhana, namun banyak sekali kenangan yang akan terus terbawa dari kesederhanaan tersebut. Beda dengan anak-anak zaman sekarang yang lebih akrab bermain playstation, computer, menonton tv dan ipad. Sayang juga kan kalau tidak ada yang melestarikan budaya kita yang telah ada sejak berpuluh-puluh atau baha=kan ratusan tahun yang lalu.

Sekedar melayangkan memori ke masa lalu, permainan ini biasanya dimainkan oleh dua sampai lima orang anak. Umumnya sih perempuan, karena biasanya anak laki-laki lebih suka permainan yang lebih menantang, hehe. Arena permainan engkle menyerupai petak-petak yang sering dikenal dengan sebutan sawah atau rumah. Secara umum, kita memainkannya diatas tanah atau semen agar lebih mudah menggambar petaknya.
Yang tak kalah pentingnya, setiap pemain harus memiliki gacuk, benda pipih kecil yang terbuat dari pecahan genting atau tegel agar lebih mudah ketika dilemparkan ke dalam petak. Seru sekali, permainan ini mengasah keseimbangan dan ketangkasan tubuh, serta dapat melatih motoric kita untuk melemparkan gacuk ke sasaran yang tepat. 

Ternyata, tak hanya di Indonesia loh yang mengenal permainan semacam ini.Di Britania Raya juga ada hopstoch yang cara bermainnya relative sama dengan engkle kita. Kabarnya, permainan itu telah ada sejak zaman Kekaisaran Romawi. Wihhh lama buanget ya (Mbak sri mode : ON).
Jangan sampai deh, kita tidak mewariskan serunya engkle kepada anak cucu kita kelak, karena banyak sekali menfaat yang diambil daripada berlama-lama di depan gadget yang membawa radiasi. AYoooo lestariak permainan tradisional kita!!

No comments:

Post a Comment