Mungkin kita
dapat berpendapat bahwa penampilan merupakan suatu hal yang sepele dan tidak
perlu terlalu diperhatikan alias semau
gue. Kenyataannya, penampilan sangat tercermin dari diri kita sendiri.
Tentu saja, kita memiliki taste
tersendiri dalam berpakaian yang belum tentu antar satu orang dengan yang lain
memiliki selera yang sama persis. Meski kita seringkali meyakini kutipan ini “Don’t
judge a book by it’s cover” that’s true
tapi bagaimanapun, penilaian pertama menentukan penilaian kita terhadap hal
selanjutnya yang kita ketahui. Percaya atau tidak, kita secara tidak sadar
menilai orang dari penampilan luarnya untuk kali pertama, sebelum mengenalnya
lebih dalam. Tahu kenapa? Tentu saja kita tidak mengenalnya lebih dari
penampilan yang berbicara secara verbal dan langsung ketika pertama kali
bertemu karena kita tidak tahu apapun tentangnya selain itu!
Why? Sekali lagi, ini hanya untuk orang yang ingin orang memberikan penialain
baik kepadanya untuk kali pertama. Sebenarnya, satu hal verbal lain yang bisa
langsung dinilai oleh orang lain sebelum berkenalan adalah, tingkah lakunya.
Inilah yang sulit. Jika kita bisa menutupi kebenaran tentang diri sendiri
melalui penampilan, terkdang kita tidak berhasil menutupi kebenaran diri kita
melalui tingkah laku. Memang benar, hal tersebut dapat dibuat-buat, tapi apakah
selalu dan akan terus dibuat-buat? Bila ya, maka kita sedang melakukan pembiasaan
diri terhadap sikap kita yang baru dan akan terus kita biasakan tanpa sadar.
Kembali pada
soal penampilan. Mengapa begitu penting? Ada hal lain yang menjadi manfaat dari
penampilan selain dapat merubah persepsi orang lain mengenai diri kita.yakni,
kita dapat mempengaruhi. Apakah benar? Coba saja. Kita dapat memberi pengaruh
ke sekitar kita hanya dari penampilan. Wah…. Hal itulah mengapa semua penipu
selalu berpenampilan baik, agar kita percaya padanya-tentu saja- . Bayangkan
saja, kita akan sangat sulit memercayai seorang dokter yang aan memeriksa kita
apabila ia berperawakan gondrong seperti limbad dengan jenggot serta kumis
lebat dan memakai beberapa cincin akik padahal beliau adalah seorang PhD,
doktor yang sangat qualified dan baik
hati. Itulah gunanya penampilan.
Setiap orang
berhak merepresentasikan dirinya seperti yang dia inginkan. Tapi percayalah tak
semuanya baik untuk diri kita. Seperti halnya dalam pekerjaan, mau tak mau kita
harus menyesuaikan diri agar bisa dipercaya oleh orang lain dan memperoleh
penghidupan yang layak. SEgala yang kita anggap baik belum tentu baik. Sebagai
contoh, tak mungkin seorang model menolak dirias menjadi seorang yang
menurutnya tidak sesuai dengan jati dirinya. Oleh karena itu, berpenampilanlah
sesuai situasi yang tepat. Tetaplah
memperhitungkan penampilanmu seperti apa yang kau harapkan orang lain menilai
dirimu.
No comments:
Post a Comment