Benarkah berbicara itu murah? Mengapa bicara bisa disebut murah?? Wah belum
tahu ya jawabannya.
Pernah merasa kesulitan menulis? Wah pasti hampir
setiap orang yang berlum terbiasa menulis akan berkata iya. Hehe... bagaimana
dengan berbicara? Semua orang berbicara setiap hari setiap saat, kecuali bila
ia mengalami gangguan pada pita suaranya. Tapi yakinlah, berbicara adalah
rutinitas yang pasti kita lakukan setiap hari, bahkan untuk kaum wanita, mereka
berbicara hingga lima ribu kata pr hari. Wihh banyak bangeeet....
Kita berbicara ketika sadar, meski manusia masih
tetap bisa berbicara dalam kondisi bawah sadar. Namun, pada saat sadar kita dapat berbicara sesuai keinginan
kita. Tentu saja, mulut kita bisa menuruti kemauan kita untuk berbicara bohong
maupun persuasif. Inilah mengapa berbicara itu murah, karena kita dapat dengan
mudahnya mengajak orang lain tanpa sadar untuk tegerak dan bersimpati kepada
suatu hal atau diri kita melalui omongan.
Berbicara dengan segala mimik serta intonasi,
dapat dengan mudahnya mempengaruhi orang lain. Murah sekali kan? Kita tidak
perlu repot-repot mencari massa dan hanya lewat lisan mereka dengan cepatnya
berduyun-duyun. Hal ini tentu bertolak belakang dengan menulis. Kita
membutuhkan banyak latihan dan membaca untuk bisa membuat orang lain tergerak
melalui tulisan kita. Namun menulis
adalah bentuk keahlian yang luar biasa. Karena tak banyak orang bisa menulis.
Menyusun kata-kata dengan baik bukanlah hal
mudah bagi orang yang belum terbiasa.
Ketika orang membaca tulisan kita, mereka dapat melakukannya secara
berulang-ulang untuk semakin memahami dan meresapi maknanya. Oleh karena itu,
kita mencoba yang terbaik yang kita bisa agar tak sekedar masuk kiri keluar
kanan.
Meski berbicara dan menulis adalah kedua konteks
yang sangat berbeda, namun keduanya memiliki beberapa kesamaan. Keduanya
merupakan bentuk komunikasi dan interaksi kita, baik secara langsung maupun tak
langsung. Tapi yakinlah, seesuatu yang kita tulis jarang sekali bermakna
kebohongan. Karena, hal tersebut berasal dari pemikiran dalam kita, bagaimana
membuat orang lain ketika membaca tulisan kita memiliki bayangan sama seperti
yang kita harapkan.
No comments:
Post a Comment