Thursday, December 22, 2011

Berbicara itu Murah, Menulis itu Mahal!




Benarkah berbicara itu murah?  Mengapa bicara bisa disebut murah?? Wah belum tahu ya jawabannya.
Pernah merasa kesulitan menulis? Wah pasti hampir setiap orang yang berlum terbiasa menulis akan berkata iya. Hehe... bagaimana dengan berbicara? Semua orang berbicara setiap hari setiap saat, kecuali bila ia mengalami gangguan pada pita suaranya. Tapi yakinlah, berbicara adalah rutinitas yang pasti kita lakukan setiap hari, bahkan untuk kaum wanita, mereka berbicara hingga lima ribu kata pr hari. Wihh banyak bangeeet....

Kita berbicara ketika sadar, meski manusia masih tetap bisa berbicara dalam kondisi bawah sadar. Namun, pada saat  sadar kita dapat berbicara sesuai keinginan kita. Tentu saja, mulut kita bisa menuruti kemauan kita untuk berbicara bohong maupun persuasif. Inilah mengapa berbicara itu murah, karena kita dapat dengan mudahnya mengajak orang lain tanpa sadar untuk tegerak dan bersimpati kepada suatu hal atau diri kita melalui omongan. 

Berbicara dengan segala mimik serta intonasi, dapat dengan mudahnya mempengaruhi orang lain. Murah sekali kan? Kita tidak perlu repot-repot mencari massa dan hanya lewat lisan mereka dengan cepatnya berduyun-duyun. Hal ini tentu bertolak belakang dengan menulis. Kita membutuhkan banyak latihan dan membaca untuk bisa membuat orang lain tergerak melalui tulisan kita.  Namun menulis adalah bentuk keahlian yang luar biasa. Karena tak banyak orang bisa menulis. Menyusun kata-kata dengan baik bukanlah hal  mudah bagi orang yang belum terbiasa.  Ketika orang membaca tulisan kita, mereka dapat melakukannya secara berulang-ulang untuk semakin memahami dan meresapi maknanya. Oleh karena itu, kita mencoba yang terbaik yang kita bisa agar tak sekedar masuk kiri keluar kanan.

Meski berbicara dan menulis adalah kedua konteks yang sangat berbeda, namun keduanya memiliki beberapa kesamaan. Keduanya merupakan bentuk komunikasi dan interaksi kita, baik secara langsung maupun tak langsung. Tapi yakinlah, seesuatu yang kita tulis jarang sekali bermakna kebohongan. Karena, hal tersebut berasal dari pemikiran dalam kita, bagaimana membuat orang lain ketika membaca tulisan kita memiliki bayangan sama seperti yang kita harapkan.

No comments:

Post a Comment