Monday, December 12, 2011

res 3 BUSINESS STRATEGY


Kejamnya Perang Tak Sekejam Bisnis
 
Dahsyatnya peperangan yang menewaskan ribuan bahkan puluhan ribu jiwa yang terjadi sejak zaman nenek moyang kita ternyata belum cukup untuk mengambarkan betapa kejamnya dunia bisnis. Dalam dunia itu, jika kita tidak benar-benar menggunakan kecerdikan dalam melawan threatments dari kompetitior, bisnis kita hanya akan tinggal nama. Threatment bisa datang dari manapun,baik dari lingkup internal maupun eksternal, bahkan dari hal sepele yang sangat mudah luput dari perhatian secara umum. Hal kecil sekalipun dapat menggulingkan sebuah perusahaan berskala raksasa.  Hal ini membutuhkan pemikiran cerdik untuk berhasil menghadapinya.Dan strategilah yang dapat menyelamatkan kita, dalam kondisi seburuk apapun. Karena dalam suatu kompetisi, yang terkuat belum tentu akan menang. Sebalikanya yang paling cerdik dalam menggunakan strategi yang tepatlah yang akan menang.
China dalam sejarahnya, mempunyai banyak tokoh-tokoh dan jenderal perang yang sangat luarbiasa. Diantaranya, Sun Tzu, Liu Bang, Zhuge Liang, Cao Cao, Sun Bing, dan lain-lain. Strategi-strategi mereka dalam medan perang daapt diimplementasikan dalam dunia bisnis untuk memenangkan persaingan. Seluruh taktik tersebut terangkum dalan The Best of Chinese Strategies. Strategi perang yang telah teruji selama ribuan tahun.
Dalam peperangan, yang terjadi adalah win-lose solution, sedangkan bisnis, yang ada adalah win-win solution, karena kita harus memperhatikan etika bisnis, tanggung jawab sosial, dsb. Dalam perang, yang diperebutkan adalah wilayah dan kekuasaan, sedangkan dalam bisnis  adalah marketshare dan tentu saja profit. Dalam perang pula, kita dihadapkan dengan kekuatan musuh dan medan pertempuran, dalam bisnis, yang kita hadapi adalah kompetitor, customer, ditributor, dan barang-barang substitusi. 

Tidak hanya bangsa China yang terkenal banyak mengadopsi strategi tersebut, baik Jepang, Taiwan, Singapura, Korea juga telah menggunakannya, bahkan orang barat sekalipun. Tidak hanya dalam bisnis pula, dalam politik, inteligen, maupun kehidupan pribadi yang sering dihadapkan oleh banyak opportunity dan threatment, taktik-taktik tersebut dapat diandalkan.


 

Dalam buku ini terangkum 36 strategi, yang terbagi atas sembilan bagian. Diantaranya adalah, Indirect Action Strategies, strategi dimana kita tidak melakukan threatment secara terang-terangan kepada kompetitor. Kemudian Continous Change Strategy, strategi yang dilakukan dengan aksi-aksi berkesinambungan, Decepticon Strategy, No-Action Strategy, bagaimana kita memenangkan persaingan tanpa melakukan real act, dan sebagainya.
Buku karya Leman ini ditulis dengan kata-kata cerdas yang menggugah kita untuk membayangkan suatu kondisi dan  bagaimana cara menghadapinya, kemudian mengimplementasikannya. Dibalik penjelasan strategi-strategi perang dari ribuan tahun yang lalu, kita digambarkan dengan sangat jelas keunikan, kecerdikan, keindahan beserta kekejamannya. Disertakan pula langkah-langkah nyata yang telah dilakukan perusahaan-perusahaan kelas dunia dalam mengaplikasikan strategi ke dalam bisnisnya agar memenangkan kompetisi.

No comments:

Post a Comment