SCM alias Supply Chain Management
SCM mengatur tentang procurement, movement, dan storage *(procurement itu pengadaan barang, movement pemindahan e -misal dr gudang k gudang lain-, sm storage penyimpanan brg)
Tujuan globalnya jelas, untuk mendapatkan profit maksimum, pemenuhan barang yang hemat biaya, harga akhir minimum, dengan waktu kurang.
SCM mengatur pergerakan barang dan jasa mulai dari supplier sampai ke konsumer akhir nantinya. Karena itu hal yang diatur ada 3 aliran. Aliran fisik, pembayaran, dan informasi. Aliran fisik berasal dari hulu (supplier) ke hilir (end customer). Aliran ini berupa produk, jasa, atau apapun yang dijual produsen ke konsumen. Aliran pembayaran berisi uang, informasi kredit, dan hal-hal yang berhubungan dengan pembayaran atas barang/ jasa yang didapat konsumen ke produsen. Aliran informasi berisi info tentang jadwal produksi, kapasitas, permintaan, dan banyak lainnya *(ntar editen sendiri y, bhs ku rendah bgt dsini).
Aktifitas SCM ada yang phisical sm market media. Yg phisical meliputi sourcing, production, distribution, warehouse, dan inventory control. Market media meliputi market research, product design, dan aftersales service.
*ad diagram yg tepat mnggambarkan scm, coba masukin aja klo mau ~
wonderful day!
wonderful...whether it may be bitter as unsweetened coffee, sour as froyo ,sweet as lollipop sweets It's your day, it's your life..
Friday, June 15, 2012
ERP
ERP? apa itu? Mungkin sesuatu yang jarang didengar, terutama bagi pembaca awam.
ERP a.k.a Enterprise Resource Planning
merupakan sebuah sistem yang berjalan pada perusahaan untuk memperlancar proses bisnis, menggunakan sumber daya secara maksimal, dengan keuntungan yang banyak juga. *(ganti kta2 e y, pkok e inti e gtu, hehehe)
ERP merupakan sistem yang bergerak dalam proses perusahaan sendiri. Karenanya ia berada diantara E-procurement dan E-commerce. Sistem inilah yang akan mengadakan kontrol, mengatur finansial, dan memastikan kualitas HRD.
ERP tidak muncul begitu saja. Dia juga mengalami perkembangan, perubahan bentuk dari awal terbentuknya *(ato ditemukannya, ato dicetuskan, dll cari kta yg cocok y, hehe). Pertama, ada yang disebut dengan MRP -Manufacture Resource Planning- dimana hal-hal yang diintegrasikan masih belum banyak. Hanya sebatas Material processing bills yang dia kendalikan. Lalu ada close-loop MRP, dimana dia juga mengintegrasikan data-data agregate sales, operation planning, dan MPS -Master Production Record. Perkembangan selanjutnya dinamai dengan MRP II, dimana sistem ini mulai menggunakan financial interface untuk mengubah satuan-satuan operasional (seperti gallon, piece, dll) ke satuan yang bersifat finansial (dollar, atau rupiah buat kita, hehe). Di MRP II ini juga sudah dilakukan simulasi what-if dan demand forecasting. Simulasi what-if (simulasi gimana-kalau, hehe) ini digunakan untuk mempermudah mencari solusi saat situasi yang di simulasikan benar-benar terjadi nantinya. Dan peramalan permintaan akan membantu mengurangi biaya, mengefisienkan proses produksi, dan mendapatkan kepercayaan pelanggan yang berujung pada profit maksimal yang bisa didapat.
Setelah melalui tahap-tahap tersebut, barulah ada ERP. Nah, ERP ini mengintegrasikan berbagai macam data sales, operasional, dan finansial secara real-time. ERP menyediakan semua tools untuk mendukung segala kegiatan perusahaan mulai supply, produksi, sampai distribusi dan penjualan. ERP sendiri merupakan sistem yang bersifat back-office, yaitu dia bekerja dibelakang layar, mengatur proses-proses tanpa perlu diperlihatkan secara langsung *(cari bhs yg lain y, ak buntu, hehe. tp poko e definisi back-office +- gtu). Software yang digunakan dalam ERP memiliki 2 modul, yaitu modul utama dan modul pendukung.
Penggunaan ERP tentu akan menimbulkan perbedaan antara sebelum dan sesudah digunakan. Beberapa perbedaan yang jelas terlihat antara lain, sebelum menggunakan ERP, perusahaan masih menggunakan cara-cara tradisional, maka proses akan berjalan secara 1 on 1, satu proses menunggu proses yang lain, dimana hal ini memungkinkan terjadi delay yang mengganggu jalannya proses keseluruhan. Proses seperti ini juga memungkinkan terjadinya lost orders. Karena prosesnya tradisional, maka databasenya juga berbeda-beda, dan data atau informasi yang sama mungkin perlu dimasukkan berkali-kali. Dibandingkan itu, setelah menggunakan ERP, akan digunakan sebuah database sentral dimana semua data dan informasi akan diintegrasikan secara penuh, sehingga proses-proses yang ada bisa dijalankan secara multitask. Dengan begitu, berbagai macam data hanya perlu dimasukkan sekali saja, dan efisiensi efektifitas proses perusahaan bisa tercapai.
Untuk bisa menggunakan ERP dengan baik, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Perusahaan yang akan mengimplementasikan ERP perlu memiliki knowledge, experience, dan selection methodology yang baik. *(definisi cari2 sndiri y, ak buntu sorry. inti e knowledge itu: tau gimana sharusnya sbuah proses brjalan, exp: tau kmungkinan2 yg bs trjadi dn cara menanggulangi, select method: metode u/ memilih erp yg mo dipake, biasa e antara 5-6 bln).
*plesmin itu yg ak bs omongin ttg CRM, klo krg, itu implementaasi e ~
ERP? apa itu? Mungkin sesuatu yang jarang didengar, terutama bagi pembaca awam.
ERP a.k.a Enterprise Resource Planning
merupakan sebuah sistem yang berjalan pada perusahaan untuk memperlancar proses bisnis, menggunakan sumber daya secara maksimal, dengan keuntungan yang banyak juga. *(ganti kta2 e y, pkok e inti e gtu, hehehe)
ERP merupakan sistem yang bergerak dalam proses perusahaan sendiri. Karenanya ia berada diantara E-procurement dan E-commerce. Sistem inilah yang akan mengadakan kontrol, mengatur finansial, dan memastikan kualitas HRD.
ERP tidak muncul begitu saja. Dia juga mengalami perkembangan, perubahan bentuk dari awal terbentuknya *(ato ditemukannya, ato dicetuskan, dll cari kta yg cocok y, hehe). Pertama, ada yang disebut dengan MRP -Manufacture Resource Planning- dimana hal-hal yang diintegrasikan masih belum banyak. Hanya sebatas Material processing bills yang dia kendalikan. Lalu ada close-loop MRP, dimana dia juga mengintegrasikan data-data agregate sales, operation planning, dan MPS -Master Production Record. Perkembangan selanjutnya dinamai dengan MRP II, dimana sistem ini mulai menggunakan financial interface untuk mengubah satuan-satuan operasional (seperti gallon, piece, dll) ke satuan yang bersifat finansial (dollar, atau rupiah buat kita, hehe). Di MRP II ini juga sudah dilakukan simulasi what-if dan demand forecasting. Simulasi what-if (simulasi gimana-kalau, hehe) ini digunakan untuk mempermudah mencari solusi saat situasi yang di simulasikan benar-benar terjadi nantinya. Dan peramalan permintaan akan membantu mengurangi biaya, mengefisienkan proses produksi, dan mendapatkan kepercayaan pelanggan yang berujung pada profit maksimal yang bisa didapat.
Setelah melalui tahap-tahap tersebut, barulah ada ERP. Nah, ERP ini mengintegrasikan berbagai macam data sales, operasional, dan finansial secara real-time. ERP menyediakan semua tools untuk mendukung segala kegiatan perusahaan mulai supply, produksi, sampai distribusi dan penjualan. ERP sendiri merupakan sistem yang bersifat back-office, yaitu dia bekerja dibelakang layar, mengatur proses-proses tanpa perlu diperlihatkan secara langsung *(cari bhs yg lain y, ak buntu, hehe. tp poko e definisi back-office +- gtu). Software yang digunakan dalam ERP memiliki 2 modul, yaitu modul utama dan modul pendukung.
Penggunaan ERP tentu akan menimbulkan perbedaan antara sebelum dan sesudah digunakan. Beberapa perbedaan yang jelas terlihat antara lain, sebelum menggunakan ERP, perusahaan masih menggunakan cara-cara tradisional, maka proses akan berjalan secara 1 on 1, satu proses menunggu proses yang lain, dimana hal ini memungkinkan terjadi delay yang mengganggu jalannya proses keseluruhan. Proses seperti ini juga memungkinkan terjadinya lost orders. Karena prosesnya tradisional, maka databasenya juga berbeda-beda, dan data atau informasi yang sama mungkin perlu dimasukkan berkali-kali. Dibandingkan itu, setelah menggunakan ERP, akan digunakan sebuah database sentral dimana semua data dan informasi akan diintegrasikan secara penuh, sehingga proses-proses yang ada bisa dijalankan secara multitask. Dengan begitu, berbagai macam data hanya perlu dimasukkan sekali saja, dan efisiensi efektifitas proses perusahaan bisa tercapai.
Untuk bisa menggunakan ERP dengan baik, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Perusahaan yang akan mengimplementasikan ERP perlu memiliki knowledge, experience, dan selection methodology yang baik. *(definisi cari2 sndiri y, ak buntu sorry. inti e knowledge itu: tau gimana sharusnya sbuah proses brjalan, exp: tau kmungkinan2 yg bs trjadi dn cara menanggulangi, select method: metode u/ memilih erp yg mo dipake, biasa e antara 5-6 bln).
*plesmin itu yg ak bs omongin ttg CRM, klo krg, itu implementaasi e ~
SIS
Specialized Infomation Systems
(suggestion search)
Karena menurut saya materi ini akan sangat menarik jika di share, maka saya akan sedikit mengulas tentang apakah itu specialized indormation systems.Karena namanya saja yang spesial, maka sudah pasti isinya spesial pula.
Pernahkah readers berpikir mengenai proses searching di
Bagaimana web-web tersebut mendapatkan apa yang dicari dengan tepat?
Atau bagaimana social site tersebut
PSI transaction process?? What is it??
TPS?
Transaction Processing Systems (TPS), merupakan sistem informasi komputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. Sistem ini bekerja pada level operasional. Input pada level ini adalah transaksi dan kejadian. Proses dalam sistem ini meliputi pengurutan data, melihat data, memperbaharui data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang detail, daftar lengkap dan ringkasan.
sistem
ini tanpa batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan
lingkungan eksternal. Karena manajer melihat data-data yang dihasilkan
oleh TPS untuk memperbaharui informasi setiap menit mengenai apa yang
terjadi di perusahaan mereka. Dimana hal ini sangat penting bagi operasi
bisnis dari hari ke hari agar sistem-sistem ini dapat berfungsi dengan
lancar dan tanpa interupsi sama sekali. Transaction processing systems
(TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data
dengan bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic
data processing systems). Transaction processing systems mencatat dan
memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan,
pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Transaction processing
systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal
maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek
gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak, dan
rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan
perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh Sistem Informasi Manajemen.
PSI relationship management? What is it?
Satu tahun saya menjalani kehidupan baru sebagai mahasiswa jurusan information systems ITS, ada hal yang sangat menarik yang sangati ingin saya angkat. Saya yakin hal ini adalah sesuatu yang pasti civitas akademika maupun para mahasiswa di jurusan ini kenal dan sering sekali berinteraksi dengannya. Setelah terarahkan berkat materi yang paling saya sukai dalam mata kuliah ini, saya semakin yakin akan adanya suatu cermin yang mungkin tidak banyak orang dapat meliriknya.
Ask!!
For IS student only
Familiar dengan foto ini?

Dengan ini?
Atauuu.... ini?
Right
That's our beloved pentol seller
:3
Ask!!
For IS student only
Familiar dengan foto ini?
Dengan ini?
Atauuu.... ini?
Right
That's our beloved pentol seller
:3
1.Mendapatkan pelanggan
(acquiring customers)
2.Mempertahankan sekaligus mengiatkan mereka
(retaining or reactivating them)
3.Menjual produk-produk yang
lebih banyak pada mereka
(selling them more products)
Subscribe to:
Posts (Atom)