ERP
ERP? apa itu? Mungkin sesuatu yang jarang didengar, terutama bagi pembaca awam.
ERP a.k.a Enterprise Resource Planning
merupakan sebuah sistem yang berjalan pada perusahaan untuk memperlancar proses bisnis, menggunakan sumber daya secara maksimal, dengan keuntungan yang banyak juga. *(ganti kta2 e y, pkok e inti e gtu, hehehe)
ERP merupakan sistem yang bergerak dalam proses perusahaan sendiri. Karenanya ia berada diantara E-procurement dan E-commerce. Sistem inilah yang akan mengadakan kontrol, mengatur finansial, dan memastikan kualitas HRD.
ERP tidak muncul begitu saja. Dia juga mengalami perkembangan, perubahan bentuk dari awal terbentuknya *(ato ditemukannya, ato dicetuskan, dll cari kta yg cocok y, hehe). Pertama, ada yang disebut dengan MRP -Manufacture Resource Planning- dimana hal-hal yang diintegrasikan masih belum banyak. Hanya sebatas Material processing bills yang dia kendalikan. Lalu ada close-loop MRP, dimana dia juga mengintegrasikan data-data agregate sales, operation planning, dan MPS -Master Production Record. Perkembangan selanjutnya dinamai dengan MRP II, dimana sistem ini mulai menggunakan financial interface untuk mengubah satuan-satuan operasional (seperti gallon, piece, dll) ke satuan yang bersifat finansial (dollar, atau rupiah buat kita, hehe). Di MRP II ini juga sudah dilakukan simulasi what-if dan demand forecasting. Simulasi what-if (simulasi gimana-kalau, hehe) ini digunakan untuk mempermudah mencari solusi saat situasi yang di simulasikan benar-benar terjadi nantinya. Dan peramalan permintaan akan membantu mengurangi biaya, mengefisienkan proses produksi, dan mendapatkan kepercayaan pelanggan yang berujung pada profit maksimal yang bisa didapat.
Setelah melalui tahap-tahap tersebut, barulah ada ERP. Nah, ERP ini mengintegrasikan berbagai macam data sales, operasional, dan finansial secara real-time. ERP menyediakan semua tools untuk mendukung segala kegiatan perusahaan mulai supply, produksi, sampai distribusi dan penjualan. ERP sendiri merupakan sistem yang bersifat back-office, yaitu dia bekerja dibelakang layar, mengatur proses-proses tanpa perlu diperlihatkan secara langsung *(cari bhs yg lain y, ak buntu, hehe. tp poko e definisi back-office +- gtu). Software yang digunakan dalam ERP memiliki 2 modul, yaitu modul utama dan modul pendukung.
Penggunaan ERP tentu akan menimbulkan perbedaan antara sebelum dan sesudah digunakan. Beberapa perbedaan yang jelas terlihat antara lain, sebelum menggunakan ERP, perusahaan masih menggunakan cara-cara tradisional, maka proses akan berjalan secara 1 on 1, satu proses menunggu proses yang lain, dimana hal ini memungkinkan terjadi delay yang mengganggu jalannya proses keseluruhan. Proses seperti ini juga memungkinkan terjadinya lost orders. Karena prosesnya tradisional, maka databasenya juga berbeda-beda, dan data atau informasi yang sama mungkin perlu dimasukkan berkali-kali. Dibandingkan itu, setelah menggunakan ERP, akan digunakan sebuah database sentral dimana semua data dan informasi akan diintegrasikan secara penuh, sehingga proses-proses yang ada bisa dijalankan secara multitask. Dengan begitu, berbagai macam data hanya perlu dimasukkan sekali saja, dan efisiensi efektifitas proses perusahaan bisa tercapai.
Untuk bisa menggunakan ERP dengan baik, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Perusahaan yang akan mengimplementasikan ERP perlu memiliki knowledge, experience, dan selection methodology yang baik. *(definisi cari2 sndiri y, ak buntu sorry. inti e knowledge itu: tau gimana sharusnya sbuah proses brjalan, exp: tau kmungkinan2 yg bs trjadi dn cara menanggulangi, select method: metode u/ memilih erp yg mo dipake, biasa e antara 5-6 bln).
*plesmin itu yg ak bs omongin ttg CRM, klo krg, itu implementaasi e ~
No comments:
Post a Comment