Friday, December 23, 2011

Alangkah Lucunya Negeriku


If it doesn’t kill you, it makes you strong

Dunia ini penuh dengan sandiwara, jika kita memandang yang salah sebagai benar  dan benar sebagai salah, dunia ini ibarat sandiwara tanpa hati nurani. Jelas telah digambarkan oleh Muluk dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini karya Dedy Mizwar. Ditengah keadaannya yang sulit sebagai seorang sarjana yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan, membuatnya berubah pikiran untuk menempuh jalan lain. Kita selalau memiliki pilihan, dan pilihan merupakan anugrah teragung yang Tuhan berikan kepada kita. Pilihan tersebut memberi kita kesempatan untuk berubah, menjadi lebih baik maupun buruk, atau bahkan stagnan. Namun tak ada sesuatu di dunia ini yang terus konstan. Dia hanya akan menjadi lebih buruk atau lebih baik. Berbagai pandangan yang merebak mengenai pilihan Muluk juga merupakan pertentangan itu sendiri. Seperti yang kita tahu, segala hal memilki resiko dan konsekuensi. Terlebih untuk mencapai sasaran yang diinginkan.
Pandangan orangtua Muluk dan sahabatnya mengenai penggunakan hasil copet untuk mendidik pencopet cilik bukan merupakan hal yang keliru. Suatu hal yang sangat tabu apabila di dalam tubuh kita mengalir darah yang tersuplai energi dari hasil uang haram. Namun apa daya, Muluk tak kunjung memiliki pekerjaan layak yang dapat memenuhi kebutuhan ia dan ayahnya. Begitu pula sahabatnya. Di sisi lain, jalan pintas sebagai penyantun para pencopet cillik juga perlu diacungi jempol. Ia memikirkan suatu hal yang membawa manfaat diluar kebiasaan orang-orang berpikir. Ia membuat anak-anak putus sekolah itu menjadi lebih mengerti makna hidup, dan hakikat mereka sebagai penerus bangsa. Menurut saya, hal itu sangat luar biasa.
Bagaimanapun semua hal memiliki konsekuensi baik maupun buruk. Hal itu tergantung bagaimana kita bisa mengambil hikmah dan menjadikan pelajaran dari hal yang buruk. Ketidakadilan tak berakhir sampai disitu. Setelah Muluk  berhasil merubah beberapa anak jalanan untuk tidak mencari uang dengan jalan haram, ia berhadapan dengan ketidakadilan pemerintah. Mengapa justru orang-orang yang berusaha sekuat tenaga mencari uang dengan cara halal hingga harus bertempur melawan panas terik dan jalanan untuk menjajakan barang halal yang terus diburu. Sedangkan para tikus berdasi yang rakus menggerogoti uang rakyat justru dibiarkan. Kita ini memang bodoh atau bahkan dibodohi?
Kita semua pasti memiliki akal sehat, memiliki pikiran,dan yang terpenting memiliki hati nurani. Dunia ini sungguh lucu apabila ketiga hal tersebut telah dibutakan oleh kekayaan, oleh pikiran yang haus akan kelimpahan harta. Tak ada yang adil di dunia ini, kecuali jika kita mau membuka mata kita terhadap keadilan. Lulusan seperti Muluk tak hanya ada satu dinegeri ini, namun ribuan! Coba kita pikirkan, apa yang harus kita lakukan kelak setelah lulus, apakah kita hanya akan menjadi sampah pengangguran ataukah kita akan berkontribusi terhadapa bangsa ini, sejalan dengan status kita sebagai orang-orang yang terdidik?
Diluar sana, masih banya orang-orang yang tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan hingga sarjana. Menurut pandangan mereka, orang-orang yang bersekolah hingga perguruan tinggi adalah orang elit, orang-orang yang sangat diharapkan untuk bisa membawa perubahan besar bagi negeri kita yang sakit ini. Seperti kata Bung Karno, berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia. Bayangkan bila ribuan pemuda pemudi Indonesia, dapat memberi kontribusi yang besar bagi bangsa ini. Bayangkan pula, betapa besar beban dipundak kita untuk membawa bangsa ini menjadi ribuan kali lebih baik lagi.
We always have chance, if we care about it. We always have the same chance as everyone did, only if we always try hard to achieve it.

Empati Sosial


Beberapa waktu yang lalu, mata kuliah interpersonal kamui mengadakan kunjungan yang luar biasa. Kami diberi kesempatan untuk berkenalan lebih dekat kepada para penghuni panti sosial milik pemerintah. Kuliah kali ini sangat apresiatif, semua mahasiswa sangat antusias. Disana kami berkenalan dengan orang-orang yang secara umum bernasib kurang beruntung dari kami. Kebanyakan dari mereka mengalami gangguan jiwa, gelandangan dan pengemis serta pengamen jalanan dan orangorang terlantar. Awalnya kami merasa sangat canggung dan takut ketika mendekati dan berusaha mengajak mereka untuk berbicara.

Setiap kelompok mendapatkan lima atau enam "teman" baru yang akan dieksplor lebih dalam untuk lebih mengenali mereka. Sebagian besar sudah berusia paruh-baya, ada pula beberapa gadis remaja yang sepertinya "unik". Kelompok saya mendapat lima teman baru dengan empat remaja perempuan dan dua orang ibu-ibu.
 Kami memulai dengan perkenalan. Setelah memperkenalkan diri masing -masing, kami bertanya lebih dalam lagi tentang mereka, mengenai dimana tinggalnya, dari mana asalnya, mengapa bisa sampai ke liponsos. Awalnya cukup sulit karena mereka belum mau terbuka dengan kami. Tapi pada akhirnya mereka pun mulai terbiasa.Ditengah serunya berkenalan, tiba-tiba salah seorang ibu doi kelompok kami kambuh. Ia memang sedang sakit, tapi kami semua memakluminya bahkan pada saat dia mulai memperlihatkan kelakuan-kelakuan yang aneh. Kami sedikit terkejut karena baru pertama kali melihatnya, dan setelah itu ia dibawa kembali ke barak.

Saya berkenalan dengan salah satu anak perempuan yang baru masuk liponsos selama satu minggu. Dia menceritakan keluh kesahnya selama disana. Ia mengeluh tempat dan makanan yang diberikan. Kami mencoba mengorek lebih dalam lagi, karena sepertinya ia sedang mengalami permasalahan berat. Umurnya baru empatbelas tahun, ia diciduk oleh polisi karena ketahuan mengamen dipinggir jalan sewaktu malam hari bersama teman-temannya. Pertama ia agak kurang percaya dan berusaha menutup diri, namun perlahan-lahan ia mulai menceritakan satu persatu. Ia mengalami masalah keluarga yang membuatnya harus mencukupi kebutuhan dirinya sendiri karena sang ibu tidak mau/mampu memberinya uang saku. Mungkin ia ditelantarkan. Ia pergi bersama pacarnya untuk mencari uang degan mengamen. Hasil yang ia dapatkan diberikan kepada adiknya yang kini tidak tinggal lagi bersamanya. Ayahnya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya sejak tiga bulan yang lalu. Ditengah kesulitan dan cobaan yang dia alami, ia berusaha untuk tetap tegar meski dalam usianya yang terlampau dini. Saya dan teman-teman menasihatinya dan memberikan ia semangat karena ia masih sangat muda, masih banyak kesempatan dan mimpi yang bisa ia raih jika terus berusaha dan berdoa. Saya senang sekali bisa berbagi dengan mereka, memberi semangat dan mendoakannya. SEmoga kelak ia bisa meraih cita-citanya dan selalu dijaaolhe  Allat SWT

Patriotkah dirimu???


Karakteristik mahasiswa yang harus ditanamkan sebagai generasi penerus bangsa, terangkum dalam PATRIOT, yang merupakan singkatan dari prestatif, aktif, tanggap, kritis, visioner dan tanggungjawab. Era global saat ini membutuhkan generasi muda yang memiliki sifat dasar calon pemimpin bangsa. Untuk itu, perlu ditanamkan sejak awal kepada mahasiswa mengenai sifat-sifat tersebut. Mengapa diperlukan? Untuk membawa negeri ini menjadi bangsa yang besar, maju dan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Dan mengapa mahasiswa? Berdasarkan salah satu hakikat dari mahasiswa, yakni iron stock yang berarti penerus bangsa. Mahasiswa adala peralihan seseorang dari fase remaja yang masih lebil ke fase pengemban tanggung jawab atau pendewasaan. Pada fase ini, mahasiswa bukan seorang yang labil dan sudah memiliki jati diri. Proses kelahiran jatidiri yang sebaik-baiknya akan dibentuk. Diantaranya yang wajib dimiliki adalah integritas. Pemimpin saat ini sudah sangat jarang memiliki integritas bagi rakyatnya. Banyak kepentingan negara yang dibelotkan sebagai kepentingan pribadi. Oleh karena itu, jika sejak awal mental pemimpin telah dibentuk dan ditanamkan sebaik mungkin kepada para mahasiswa di negeri ini, maka buka Indonesia menjadi negara yang maju bukan suatu hal yang mustahil.
Prestatif, adalah sifat dari mahasiswa yang merupakan suatu bukti atau perwujudan dari usaha yang kontinu dan sungguh-sungguh hingga membuahkan prestasi. Dengan berprestasi, mahasiswa atau siapapun dapat menunjukkan bahwa dirinya mempunyai nilai lebih yang bisa dibuktikan kepada orang lain. Dengan prestasi pula orang lain akan memandang seseorang dengan nilai positif dan plus. Sifat ini diperlukan agar secara hierarki kita dapat menunjukkan nilai lebih kita.
Aktif. Keaktifan adalah bentuk respon kita terhadap  keadaan. Semakin banyak respon yang kita berikan merupakan indikator semakin aktif atau tidaknya kita. Mahasiswa yang aktif berarti dia dapat berkontribusi lebih baik dalam berbagai kegiatan, dengan menjadi prbadi yang aktif, orang lain akan bisa mempunyai pandangan tertentu terhadap diri kita sebagaimana halnya sifat prestatif.
Tanggap, peka. Mahasiswa harus selalu peka terhadap suatu keadaan. Selain peka, tanggap berarti kita tahu apa yang harus dilakukan dala, memosisikan diri dalam suatu kondisi. Tanggap dengan permasalahan yang ada baik dalam konteks kecil maupun besar seerti masyarakat. Tujuan utamanya adalah untuk menggunakan kemampuan yang dimiliki utnuk berkontribusi kepada orang lain.
Kritis, dalam menyikapi segala hal. Sebagai mahasiwa, kita juga harus memiliki pemikiran yang kritis sesuai terhadap permasalahan-permasalahan yang ada, terlebih yang kurang sesuai menurut pandangan kita. Bagaimana cara kita untuk memberikan penjelasan untuk membuat orang lain bisa melihat suatu masalah dari sudut pandang kita. Namun, alasan yang kita berikan harus realistis dan logis. Akan lebih baik lagi bila kita dapat mengubah pandangan suatu statement yang kurang baik ke yang lebih  baik.
Visioner, memiliki visi. Setiap manusia harus memiliki visi dalam hidupnya. Visi ibarat sebuah pulau impian yang kita tentukan sendiri. Dengan visi, kita tahu kemana kita akan melangkah, akan seperti apa tujuan yang ingin kita raih, dan bagaimana cara kita untuk meraihnya, sekaligus menjalaninya. Visi memandang jauh kedepan, memerkirakan akan menjadi seperti apa dan apa  yang bisa diwujudkan dalam suatu hal atau keadaan nantinya.
Tanggungjawab, responsibility. Setelah tanggap dan aktif bertindak, tidak hanya cukup itu saja. Kita juga harus bisa bertanggungjawab dengan apa yang akan dan telah kita lakukan. Tanggungjawab atas segala resiko yang kita ambil dalam mengambil suatu keputusan. Tanggung jawab baik atas diri kita sendiri maupun orang lain. Semakin tinggi posisi seseorang dalam suatu organisasi atau perusahaan, semakin besar tanggungjawabnya.
 Sebelum kita bisa memangkunya untuk orang lain, kita harus bisa melakukannya untuk diri sendiri.Hal diatas merupakan definisi dan fungsi yang bisa saya jabarkan menurut saya sendiri mengenai sifat-sifat patriot. Sifat-sifat yang wajib kita miliki. Dengan dapat memelihara serta mengamalkan sifat-sifat tersebut, diharapkan kita sebagai mahasiswa mampu menjadi generasi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Manusia, si Makhluk Sempurna


Dibandingkan dengan makhluk Tuhan lain manusialah yang paling sempurna. Ada banyak sekali keunikan yang tidak dimiliki makhluk lain yang membuatnya sangat istimewa. Namun jarang pula orang menyadari hal-hal tersebut. Dengan mengetahui kelebihan yang Tuhan berikan kepada kita, semakin pula kita menyadari bahwa tidak ada yang petut disia-siakan dari diri manusia.
Berikut ini adalah 10 di antara banyak keistimewaan yang dimiliki oleh manusia, seperti dikutip dari LiveScience, Kamis (7/10/10).
1. Punya masa menopause
Berbeda dengan sebagian besar binatang yang akan terus bereproduksi hingga akhir hayatnya, manusia khususnya wanita hanya akan bereproduksi sampai tiba pada suatu masa yang disebut menopause.
Begitu memasuki masa menopause, wanita akan berhenti dari kodratnya untuk bereproduksi dan menjalankan fungsi baru sebagai nenek yang akan mengasuh cucunya. Selain manusia, hanya beberapa spesies ikan paus saja yang mengenal menopause.
 
2. Melewati masa kecil lebih lama
Dibandingkan primata maupun binatang yang lain, manusia menghabiskan waktu yang lebih lama untuk tinggal bersama dan mengasuh keturunannnya. Beberapa ahli menduga hal ini dipicu oleh ukuran otak manusia yang lebih besar, sehingga butuh waktu lebih lama untuk berkembang dengan sempurna.
3. Wajah memerah saat tersipu
Dari semua bentuk ekspresi, wajah yang memerah saat tersipu malu adalah yang paling unik dan hanya terjadi pada manusia. Tidak diketahui pasti bagaimana hal ini terjadi, namun hal ini dinilai telah banyak membantu manusia untuk bersikap jujur.
4. Bisa menciptakan api
Kemampuan manusia untuk membuat api adalah bekal penting dalam memenangkan seleksi alam. Bukan itu saja, kemampuan membuat api juga mengubah diet manusia purba dari kulit kayu yang keras menjadi makanan olahan yang lebih mudah dicerna. Diduga hal inilah yang membuat ukuran gigi dan organ-organ pencernaan lain pada manusia modern makin mengecil.
 
5. Mengenal pakaian
Tidak seperti kera yang tubuhnya tertutup bulu (rambut), secara alami manusia tidak punya pelindung terhadap perubahan suhu di permukaan kulitnya. Namun dengan kecerdasan yang dimiliki, manusia bisa membuat pakaian yang menggantikan fungsi bulu pada beberapa jenis binatang.
6. Berbicara
Sejak kurang lebih 35.000 tahun yang lalu, manusia memiliki tenggorokan yang posisinya lebih rendah dibandingkan pada simpanse. Ditunjang dengan tulang hyoid berbentuk tapal kuda yang terletak di bawah lidah, manusia mampu mengontrol suara yang dihasilkan sehingga bisa berbicara.
7. Jemari tangan yang fleksibel
Manusia adalah satu-satunya spesies yang bisa memutar jempol tangannya ke berbagai arah hinggga 360 derajat. Jari-jari yang lain juga lebih fleksibel dibandingkan primata, sehingga manusia menjadi spesies paling terampil dalam memanfaatkan peralatan.
8. Jumlah folikel rambut sama dengan primata berbulu
Meski sekilas tampak tidak banyak memiliki bulu (rambut) di permukaan kulitnya, manusia memiliki jumlah folikel atau kelenjar rambut yang sama seperti primata lain yang badannya berbulu. Hanya saja rambut yang dihasilkan lebih tipis dan pendek sehingga tidak terlalu kelihatan.
9. Mampu berjalan dengan tegak
Manusia adalah satu-satunya spesies yang mampu berjalan dengan tegak di atas kedua kaki. Namun demikian, postur yang konon merupakan bentukan dari proses evolusi ini menghadirkan kelebihan dan kekurangan sekaligus.
10. Otak paling sempurna
Memang benar otak manusia bukan yang paling besar karena masih jauh lebih kecil dibandingkan otak paus-sperma. Bukan pula yang paling besar proporsinya karena hanya 2,5 persen dari massa tubuh, kalah besar dari burung yang memiliki otak 8 persen dari massa tubuhnya. Kelebihan otak tidak ditentukan dari besarnya, namun perkembangannya

PSVITA Generasi Terbaru Console Game


Penerus Play Station Portable (PSP) baru saja diluncurkan oleh perusahaan entertainment raksasa Sony Computer Entertainment di Jepang sabtu lalu (17/12). Konsol ini tidak jauh berbeda dari segi bentuk dengan pendahulunya yakni PSP. Ada banyak fitur-fitur canggih yang akan semakin memanjakan para gamer.
Psvita merupakan upgrade dengan desain yang kurang lebih mirip dengan PSP. Bedanya, PSVita memiliki dua analog dan layar touchscreen beresolusi 960 x 655 pixel. Tentu saja penambahan kelebihan dan beberapa aplikasi canggih telah ditunggu-tunggu oleh gamer khususnya di Jepang yang bahkan rela mengantre berjam-jam sebelum dirilis.

Salah satu aplkasi yang sangat diunggulkan dalam peluncuran PSVita adalah Near. Fitur ini membuat gamer dapat menemukan pengguna PSVita lain dalam radius tertentu melalui GPS. Tidak hanya itu, gamer dapat saling mengetahui aktivitas pengguna lain seperti permainan apa yang sedang dimainkan dan game favoritnya.

Gamer juga bisa saling join dengan gamer lain menggunakan koneksi Bluetooth Wi-Fi  maupun 3G. Dan tentu saja, adanya aplikasi tersebut semakin memudahkan pengguna untuk sharing file. Seperti PSP, PSVita juga dapat menyimpan berbagai video, mp3 dan gambar dengan storage lebih besar.
Satu lagi kelebihan PSVita, ia dapat terhubung ke PS3 melalui play staton network. PSVita tidak hanya sebagai media hiburan khusus gamer, namun juga semakin memperkaya fitur-fitur seperti kamera, motion sensor, aplikasi entertainment mulai chat hingga twitter, sehingga membuat Sony semakin pede untuk bersaing dengan tablet, Nintendo DS dan smartphone lain.

Berikut kelebihan dari PS Vita :
Screen :  OLED Screen, menampilkan tampilan jernih dengan 16 juta warna.
Stick : Dual analog stick untuk kenyamanan gamer
CrossPlay : Dapat terhubung dengan PS3 untuk multiplayer
Touchscreen : Layar depan dan  belakang yang dilengkapi multitouch pad.
Six Axis Motion Sensor : Peka terhadap gerakan
Front & Rear Camera : Dua kamera untuk berinteraksi dengan gamer lain
3G/Wifi : Koneksi telepon seluler dan internet
Memory : Penyimpanan NVG card yang lebih bersifat privat
Aplikasi : 16 aplikasi entertainment baru seperti chat, twitter dan music player
Sudah ngiler pengen beli PSVita?? Aku juga mauu.... Sony membanderol barang canggih ini sekitar 2.3 juta. Tunggu apa lagi?

ITS Kampus Perjuangan



ITS telah berdiri sejak 56 tahun yang lalu. Semenjak berdiri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember telah menjadi kampus representatif yang mencetak puluhan ribu mahasiswa untuk mengabdikan diri mereka di masyarakat. Sebagian besar diantara lulusan mereka  telah berhasil merealisasikan bentuk kontribusi secara nyata demi tanah air. Sebagian diantara mereka bahkan telah mampu menunjukkan prestasi membanggakan tatkala duduk di bangku kuliah.

Sesuai namanya, dan kota dimana kampus ini berada, ITS erat kaitannya dengan perjuangan. Perjuangan yang notabene merepresentasikan jerih payah para pahlawan untuk mengentaskan negara ini dari penjajahan, sangat terasa dan menjadi atmosfir pekat bagi siapapun yang berada disana.

Seperti yang saya resakan sejak menjadi mahasiswa baru, kuliah di ITS benar-benar penuh perjuangan. Saya yang hampir tidak pernah merasakan ngantuk dan capeknya begadang, serta banyaknya kegiatan baik dari tingkat institut, fakultas, jurusan, kelas, kelompok, dan lain sebagainya. Kalau sewaktu SMA, tugas seberat apapun bisa dikerjakan tanpa begadang, kuliah, mengerjakan dengan begadang pun belum tentu bisa selesai. Hal tersulit adalah memanajemen waktu. Waktu begitu berharga dan dengan biadabnya menganggap pola belajar kuliah identik dengan SMA.

Perjuangan untuk menyelesaikan proyek, tugas-tugas, dan mata kuliah benar-benar terasa dan bukan main-main. Hal ini membuat kita menjadi semaki ulet dan menghargai waktu. Kerja keras kami sewaktu kuliah, mengajarkan hal yang harus kemi lakukan ketika menghadapi kerasnya kehidupan kami kelak.
Maju terus ITS!! 

Cadangan Migas Indonesia Kian Merosot


Indonesia makin galau. Cadangan minyak akan terus menurun. Tentu saja karena minyak adalah sumber daya yang sulit untuk diperbarui. Untuk itu, eksplorasi cadangan minyak harus ditingkatkan. Disamping itu, pengadaan sumber daya alternatif juga harus semakin gencar.

Seperti yang telah disampaikan oleh Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini Minggu (18/12/2011) di Jakarta, Cadangan terbukti per 1 Januari 2011 adalah 4,039 miliar barel untuk minyak dan 104,7 triliun standar kaki kubik gas bumi. Per 1 Januari 2012, cadangan diperkirakan merosot cukup tajam menjadi 3,925 miliar barel minyak dan 104,5 triliun kaki kubik gas.

Wiiiihhh berkurang banyak sekali ternyata. Melihat kondisi seperti ini peningkatan eksplorasi harus serius dilakukan. Di tahun 2011, tambahan cadangan dari 215,5 juta barel minyak dan 2,86 triliun gas bumi. Padahal, produksinya 329,9 miliar barel minyak dan 3,08 triliun kaki kubik gas.

Untuk peningkatan eksplorasi di wilayah kerja produksi, pihak Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi mengajak kontraktor kontrak kerja sama (KKS) untuk mengutamakan program eksplorasi di lahan tidur. Selain itu, agar kegiatan eksplorasi area marginal dan frontier lebih menarik, BP Migas berencana mengajukan rumusan kriteria insentif. Untuk peningkatan eksplorasi di wilayah yang sudah dieksplorasi, BP Migas akan bekerjasama dengan komitmen pasti.

Thursday, December 22, 2011

If it doesn’t kill you, it makes you strong

Dunia ini penuh dengan sandiwara, jika kita memandang yang salah sebagai benar  dan benar sebagai salah, dunia ini ibarat sandiwara tanpa hati nurani. Jelas telah digambarkan oleh Muluk dalam film Alangkah Lucu Dunia Ini karya Dedy Mizwar. Ditengah keadaannya yang sulit sebagai seorang sarjana yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan, membuatnya berubah pikiran untuk menempuh jalan lain. Kita selalau memiliki pilihan, dan pilihan merupakan anugrah teragung yang Tuhan berikan kepada kita. Pilihan tersebut memberi kita kesempatan untuk berubah, menjadi lebih baik maupun buruk, atau bahkan stagnan. Namun tak ada sesuatu di dunia ini yang terus konstan. Dia hanya akan menjadi lebih buruk atau lebih baik. Berbagai pandangan yang merebak mengenai pilihan Muluk juga merupakan pertentangan itu sendiri. Seperti yang kita tahu, segala hal memilki resiko dan konsekuensi. Terlebih untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

Pandangan orangtua Muluk dan sahabatnya mengenai penggunakan hasil copet untuk mendidik pencopet cilik bukan merupakan hal yang keliru. Suatu hal yang sangat tabu apabila di dalam tubuh kita mengalir darah yang tersuplai energi dari hasil uang haram. Namun apa daya, Muluk tak kunjung memiliki pekerjaan layak yang dapat memenuhi kebutuhan ia dan ayahnya. Begitu pula sahabatnya. Di sisi lain, jalan pintas sebagai penyantun para pencopet cillik juga perlu diacungi jempol. Ia memikirkan suatu hal yang membawa manfaat diluar kebiasaan orang-orang berpikir. Ia membuat anak-anak putus sekolah itu menjadi lebih mengerti makna hidup, dan hakikat mereka sebagai penerus bangsa. Menurut saya, hal itu sangat luar biasa.

 
Bagaimanapun semua hal memiliki konsekuensi baik maupun buruk. Hal itu tergantung bagaimana kita bisa mengambil hikmah dan menjadikan pelajaran dari hal yang buruk. Ketidakadilan tak berakhir sampai disitu. Setelah Muluk  berhasil merubah beberapa anak jalanan untuk tidak mencari uang dengan jalan haram, ia berhadapan dengan ketidakadilan pemerintah. Mengapa justru orang-orang yang berusaha sekuat tenaga mencari uang dengan cara halal hingga harus bertempur melawan panas terik dan jalanan untuk menjajakan barang halal yang terus diburu. Sedangkan para tikus berdasi yang rakus menggerogoti uang rakyat justru dibiarkan. Kita ini memang bodoh atau bahkan dibodohi?

Kita semua pasti memiliki akal sehat, memiliki pikiran,dan yang terpenting memiliki hati nurani. Dunia ini sungguh lucu apabila ketiga hal tersebut telah dibutakan oleh kekayaan, oleh pikiran yang haus akan kelimpahan harta. Tak ada yang adil di dunia ini, kecuali jika kita mau membuka mata kita terhadap keadilan. Lulusan seperti Muluk tak hanya ada satu dinegeri ini, namun ribuan! Coba kita pikirkan, apa yang harus kita lakukan kelak setelah lulus, apakah kita hanya akan menjadi sampah pengangguran ataukah kita akan berkontribusi terhadapa bangsa ini, sejalan dengan status kita sebagai orang-orang yang terdidik?

Diluar sana, masih banya orang-orang yang tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan hingga sarjana. Menurut pandangan mereka, orang-orang yang bersekolah hingga perguruan tinggi adalah orang elit, orang-orang yang sangat diharapkan untuk bisa membawa perubahan besar bagi negeri kita yang sakit ini. Seperti kata Bung Karno, berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia. Bayangkan bila ribuan pemuda pemudi Indonesia, dapat memberi kontribusi yang besar bagi bangsa ini. Bayangkan pula, betapa besar beban dipundak kita untuk membawa bangsa ini menjadi ribuan kali lebih baik lagi. 

We always have chance, if we care about it. We always have the same chance as everyone did, only if we always try hard to achieve it.