Beberapa waktu yang lalu, mata kuliah interpersonal kamui
mengadakan kunjungan yang luar biasa. Kami diberi kesempatan untuk
berkenalan lebih dekat kepada para penghuni panti sosial milik
pemerintah. Kuliah kali ini sangat apresiatif, semua mahasiswa sangat
antusias. Disana kami berkenalan dengan orang-orang yang secara umum
bernasib kurang beruntung dari kami. Kebanyakan dari mereka mengalami
gangguan jiwa, gelandangan dan pengemis serta pengamen jalanan dan
orangorang terlantar. Awalnya kami merasa sangat canggung dan takut
ketika mendekati dan berusaha mengajak mereka untuk berbicara.
Setiap
kelompok mendapatkan lima atau enam "teman" baru yang akan dieksplor
lebih dalam untuk lebih mengenali mereka. Sebagian besar sudah berusia
paruh-baya, ada pula beberapa
gadis remaja yang sepertinya "unik". Kelompok saya mendapat lima teman
baru dengan empat remaja perempuan dan dua orang ibu-ibu.
Kami memulai dengan perkenalan. Setelah memperkenalkan diri masing -masing, kami bertanya lebih dalam lagi tentang mereka, mengenai dimana tinggalnya, dari mana asalnya, mengapa bisa sampai ke liponsos. Awalnya cukup sulit karena mereka belum mau terbuka dengan kami. Tapi pada akhirnya mereka pun mulai terbiasa.Ditengah serunya berkenalan, tiba-tiba salah seorang ibu doi kelompok kami kambuh. Ia memang sedang sakit, tapi kami semua memakluminya bahkan pada saat dia mulai memperlihatkan kelakuan-kelakuan yang aneh. Kami sedikit terkejut karena baru pertama kali melihatnya, dan setelah itu ia dibawa kembali ke barak.
Kami memulai dengan perkenalan. Setelah memperkenalkan diri masing -masing, kami bertanya lebih dalam lagi tentang mereka, mengenai dimana tinggalnya, dari mana asalnya, mengapa bisa sampai ke liponsos. Awalnya cukup sulit karena mereka belum mau terbuka dengan kami. Tapi pada akhirnya mereka pun mulai terbiasa.Ditengah serunya berkenalan, tiba-tiba salah seorang ibu doi kelompok kami kambuh. Ia memang sedang sakit, tapi kami semua memakluminya bahkan pada saat dia mulai memperlihatkan kelakuan-kelakuan yang aneh. Kami sedikit terkejut karena baru pertama kali melihatnya, dan setelah itu ia dibawa kembali ke barak.
Saya berkenalan dengan salah satu
anak perempuan yang baru masuk liponsos selama satu minggu. Dia
menceritakan keluh kesahnya selama disana. Ia mengeluh tempat dan
makanan
yang diberikan. Kami mencoba mengorek lebih dalam lagi, karena
sepertinya ia sedang mengalami permasalahan berat. Umurnya baru
empatbelas tahun, ia diciduk oleh polisi karena ketahuan mengamen
dipinggir jalan sewaktu malam hari bersama teman-temannya. Pertama ia
agak kurang percaya dan berusaha menutup diri, namun perlahan-lahan ia
mulai menceritakan satu persatu. Ia mengalami masalah keluarga yang
membuatnya harus mencukupi kebutuhan dirinya sendiri karena sang ibu
tidak mau/mampu memberinya uang saku. Mungkin ia ditelantarkan. Ia pergi
bersama pacarnya untuk mencari uang degan mengamen. Hasil yang ia
dapatkan diberikan kepada adiknya yang kini tidak tinggal lagi
bersamanya. Ayahnya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya sejak
tiga bulan yang lalu. Ditengah kesulitan dan cobaan yang dia alami, ia
berusaha untuk tetap tegar meski dalam usianya yang terlampau dini. Saya
dan teman-teman menasihatinya dan memberikan ia semangat karena ia
masih sangat
muda, masih banyak kesempatan dan mimpi yang bisa ia raih jika terus
berusaha dan berdoa. Saya senang sekali bisa berbagi dengan mereka,
memberi semangat dan mendoakannya. SEmoga kelak ia bisa meraih
cita-citanya dan selalu dijaaolhe Allat SWT
No comments:
Post a Comment