Organisatoris
atauu Ansos???
Ansoos
ansooooss….
Di kampus Its,
kita pasti mengenal istilah KUPU-KUPU dan KURA-KURA. Bagi yang belum familiar
dengan istilah tersebut, kupu-kupu adalah kuliah pulang kuliah pulang, yang
identic dengan ansos atau anggota study oriented student. Sedangkan kura-kura
merupakan sebutan lain dari organisatoris yang notabene pulang kuliah langsung rapat, atau kuliah
rapat kuliah rapat. Kedua tipe mahasiswa ini jelas sangat bertolak belakang.
Lalu. Apakah esensi
dari lahirnya tipe-tipe tersebut? Termasuk golongan manakah kita?
Kita sebagai
masyarakat demokratis tentunya memiliki pilihan yang bebas untuk menentukan
kita masuk kedalam golongan yang mana. Untuk itu, perlu penjelasan untuk
mengetahui manfaat-manfaat apa saja yang bisa kita peroleh bila kita menjadi
salah satu dari masing-masing tipe.
Yang pertama
adalah organisatoris. Dengan menjadi seorang organisatoris, kita memiliki
kesempatan besar untuk bisa berinteraksi dengan orang lain, bekerja sama,
menetapkan tujuan yang sama, memahami watak orang lain, menambah pengalaman
dibidang keorganisasian yang mempunyai aturan mengikat sehingga kita dapat
dengan mudah menyesuaikan diri di lingkungan kerja kelak. Kelebihan yang
dimiliki organisatoris ialah mereka memepunyai banyak relasi yang akan sangaat
membantu ketika kita mengalami kesulitan sperti dalam contoh, kesulitan mencari
pekerjaan.
Kekurangan
dari si kura-kura ini ialah, mereka seringkali membutuhkan waktu ekstra untk
kegiatan superpadat diluar kegiatan kampus. Otomatis, bila manajemen waktu belum bisa kita taklukkan,
maka kuliah terbengkalai, IP jeblok dapat menjadi kenyataan pahit. Tidak bisa
kita terus menerus memetingkan kegiatan organisasi diluar kuliah sementara
kuliah kita menjadi prioritas kedua. Mahasiswa juga memiliki kewajiban untuk
kuliah, dan tak dipungkiri pula kuliah menjadi modal kita untuk terjun ke dunia
pekerjaaan nantinya.
ANSOS…. Tipe
seperti ini, sangat-sangat anti organisasi. Ia menghabiskan hidupnya selama
menjadi mahasiswa dengan belajar dan hanya kuliah. Ia memiliki IP yang
luarbiasa tinggi dan memiliki bekal akademis bagus untuk dunia kerja nantinya.
IP bagus juga membuka banyak sekali peluang baginya untuk memperoleh beasiswa
baik dalam atau keluar negeri, ia juga memiliki keinginan untuk berprestasi di
berbagai macam lomba dan mengikuti seminar-seminar untuk menambah skem.
Kekurangannya,
jelas mahasiswa tipe ini menjadi individualis, kurang bergaul dan memilikii
pengalaman minim dalam berorganisasi. Hardskill yang dia peroleh di perkuliahan
tidak akan cukup tanpa andil softskill dalam terjun ke masyarakat nantinya.
Oleh karena itu, mengapa kebanyakan orang berprestasi di perguruan tinggi gagal
dalam pekerjaan (yang dimaksud ini adalah, tidak sesukses orang lain) .
Nah, mana yang
harus kita pilih? Softskill tanpa hardskill akan lemah, namun hardskill tanpa
softskill akan pincang. Tentu, jawabannya adalah, kita harus menjadi mahasiswa
yang bisa memanajemen dirik kita agar memiliki kedua skill tersebut. Karena,
untuk bisa berkontribusi dan sukses ketika terjun ke masyarakat nanti, kita
pasti akan membutuhkan keduanya.
No comments:
Post a Comment